Jumat, 20 Oktober 2017

Amalan Bulan Arafah (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)

Like share insya allah berkah
BACAAN -BACAAN KETIKA HARI AROFAH
1.Membaca Sholawat 1000x
2. Barang siapa yang membaca Surat Al Ikhlas 1000x pada hari Arofah,maka sama baginya pahala seperti wukuf di Arofah,diampuni segala dosanya,serta dikabulkan segala hajat nya.
3. Selanjutnya membaca 1000x 👇:

👈لا َإِلٰهَ اِلّاَ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ،لَهُ مُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ يُحيِيْ وَ يُمِيْتُ وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَئٍْ قَدِيْرٌ ١٠٠٠x

4.Ijazah dari Waliyallah AlQutb Alhabib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf (Jeddah)

اجازة من ولي الله القطب الحبيب عبد القادر بن احمد السقاف (جدّة):

Hendaknya membaca bacaan tersebut di waktu ashar pada hari arofah sebanyak 7x 👇:

👈اللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الْوَاقِفِيْنَ وَ الْمُتَضَرِّعِيْنَ فِي الْعَرَفَةِ ٧x 

Artinya: Ya Allah jadikanlah kami termasuk orang-orang yang wukuf dan merendahkan diri di Arofah
Afdholnya bacaan -bacaan tersebut dibaca pada ashar hari arofah
Ikuti sll dan like fans page 👉habib idrus bin Muhammad alaydrus
Atas nama pribadi dan keluarga jika kalau ada kesalahan dr diri sy dan keluarga tlng di bukakan minta maaf sebesar2 nya
Perbyk amal di hari arofah ini untuk sll mendapat ridho ALLAH SWT 

بارك الله فيكم

Doa Al Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus untuk ROHINGYA



Allah Ta’ala memberikan kemerdekaan kepada orang-orang muslimin, dan merek-mereka yang berniat untuk menghancurkan kaum muslim akan dihancurkan oleh Allah Ta’ala.

Ya Allah, berikan kekuatan kepada saudara-saudara muslim kita yang berada di Rohingya.. Berilah tetap iman dan islam dalam diri mereka yang tersakiti, teraniaya dan terdzalimi oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab.

Ya Allah, kami hanya bisa berdo’a dan menyebut namaMu Ya Allah..

Kami berdo’a dan menyebut namaMu untuk mereka Ya Allah, berikan kekuatan untuk mereka yang terluka makin dalam..  berikan pertolongan kepada mereka Ya Allah..

Entah apa yang harus kami perbuat, tetapi melalui do’a kami dan kami menyebut namaMu Ya Allah, kami berharap Engkau memberikan pertolongan kepada mereka.
Mereka yang tesakiti, teraniaya bahkan terbunuh disana... mungkin itu semua terjadi karena dosa kami yang disini

Ya Allah, kami tidak tega melihat mereka dibakar hidup-hidup di hari Raya Ya Allah..
Sementara kami disini dapat menikmati sajian daging yang lezat..

Melalui do’a ini Ya Allah, melalui permohonan ini dari kami... ampuni dosa dosa mereka, berikan pertolongan kepada mereka Ya Allah..

Kami yang hanya bisa menonton dan melihat gambar-gambar mereka dibakar, dibunuh dan dianiaya hanya mampu berdo’a dan berdzikir menyebut namaMu untuk mereka..
Wahai Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.. hinakan mereka yang menghinakan kaum muslimin.. sedikitkanlah jumlah mereka Ya Allah, hancurkan mereka yang menghancurkan kaum muslimin Ya Allah..

Mereka umat kekasihMu Nabi Muhammad SAW, Engkau yang sayang kepada ummat Nabi Muhammad SAW, selamatkanlah mereka ya Allah


Kamis, 19 Oktober 2017

Sholawat untuk cepatnya terkabul hajat (Ijazah dari kakek Al Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir)

Ijazah Al  Habib Murtadho bin Abu Bakar bin Thohir yang mana ijazah ini beliau dapat dari kakek beliau AlHabib Abdullah bin Husen bin Thohir (pengarang kitab Sulamut Taufiq)

1. Sholawat untuk cepat terkabulnya hajat
اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى الِ سَيِّدِنَا مُحَمّدٍصَلَاةَ عَبْدٍ قَلَّتْ حِيْلَتُهُ 
وَرَسُوْلُ اللّٰهِ وَسِيْلَتُهُ
وَاَنْتَ لَهَا يَاإِلٰهِي وَلِكُلِّ كَرْبٍ عَظِيْم

فَفَرِّجْ مَا أَنَا فِيْهِ بِسِرٍّ : بِسمِ الله الرحمن الرحيم
2. Pembelajaran Kitab Sulamut Taufiq
3.Pembacaan Qosidah Yaa Arhamarrohimin


Silahkan di share dan di amalkan.. Barokallah fiikum

Selasa, 14 Maret 2017

KEUTAMAAN TIDUR DALAM KEADAAN SUCI (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)

KEUTAMAAN TIDUR DALAM KEADAAN SUCI
Sebelum menutup lembar kegiatan dengan istirahat di malam hari, hendaklah kita membasuh muka dan anggota badan lainnya dengan air wudhu. Sebab bila kita tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bermalam bersama kita dan mendoakan diri kita dengan ampunan.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ بَاتَ طَاهِرًا بَاتَ فِي شِعَارِهِ مَلَكٌ، لاَ يَسْتَيْقِظُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ فَلاَنًا، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا.
Barang siapa yang bermalam dalam keadaan suci, maka ada satu malaikat ikut bermalam di syi’ar-nya. Tidaklah ia terbangun sesaat pada malam hari melaikan malaikat itu berkata: “Ya Allah, berilah ampunan bagi hamba-Mu Fulan, sebab ia bermalam dalam keadaan suci.” (Hadis hasan riwayat Ibnul Mubarak. Lihat: ash-Shahihah No 2539)
Pada riwayat lain beliau bersabda:

طَهِّرُوْا هَذِهِ اْلأَجْسَادَ طَهَّرَكُمُ اللَّهُ، فَإِنَّهُ لَيْسَ عَبْدٌ يَبِيْتُ طَاهِرًا إِلاَّ بَاتَ مَعَهُ مَلَكٌ فِي شِعَارِهِ، لاَ يَنْقَلِبُ سَاعَةً مِنَ اللَّيْلِ إِلاَّ قَالَ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِعَبْدِكَ، فَإِنَّهُ بَاتَ طَاهِرًا.

Sucikanlah tubuh kalian -semoga Allah menyucikan kalian-, sebab tidaklah seorang hamba bermalam dalam keadaan suci, melainkan akan ada satu malaikat ikut bermalam di syiar-nya, tidaklah ia berbalik sesaat pada malam hari melainkan malaikat itu berkata: “Ya Allah, ampunilah hamba-Mu Fulan, sebab ia bermalam dalam keadaan suci. (Hadis hasan. Lihat Shahih al-Jami’ No 3936)
Arti “ syiar “ pada hadis di atas adalah pakaian, kain atau semisalnya yang menempel pada badan seseorang.
☆ SEKIRANYA MENINGGAL PADA MALAM ITU
Bila seseorang bersuci, kemudian membaca doa di bawah ini, kemudian ternyata ia meninggal dunia pada malam harinya, maka ada keutamaan khusus baginya.
Dari al-Bara' bin 'Azib a ia berkata: Nabi shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku: "Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, kemudian rebahkan (badanmu) di atas bahu sebelah kanan kemudian ucapkanlah:"

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إِلَيْكَ، اللَّهُمَّ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ.

[Ya Allah, aku serahkan wajahku kepada-Mu, aku pasrahkan urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu dengan penuh harap (akan rahmat-Mu) dan cemas (akan siksa-Mu), tiada perlindugan dan pertolongan dari (siksa-Mu) kecuali hanya kepada-Mu, ya Allah aku beriman dengan kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan Nabi-Mu yang telah Engkau utus].” Apabila engkau meninggal dunia pada malam itu, niscaya engkau dalam keadaan fitrah (di atas sunnah). Dan jadikanlah doa tersebut sebagai ucapan terakhirmu. (HR. al-Bukhari No 247)
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk menerapkan hadis ini setiap hari. Allahumma aamiin.

Kamis, 16 Februari 2017

BAHAYA LISAN (Habib Idrus bin Muhammad Alaydrus)

RASULULLAH SAW bersabda :
"Barang siapa yang diam maka ia akan selamat" (HR. At Tirmidzi)

Lisan diciptakan oleh ALLAH SWT untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan membimbing manusia untuk menempuh jalan yang benar. Maka, pergunakanlah lisanmu dalam urusan agama dan dunia. Apabila engkau pergunakan lisan tidak sejalan dengan tujuan penciptaannya, maka engkau telah mengingkari nikmat ALLAH SWT dan mendurhakai perintah-Nya.
Lisanmu adalah anggota badan
yang paling utama, ia dapat menjadi sebab seseorang dengan masuk syurga (bagi yang mampu menjaganya) namun ia juga yang paling banyak menjerumuskan manusia dalam neraka, melalui perbuatan dusta, menuduh orang lain tanpa bukti, memaki orang lain, memfitnah, menggunjing, dan seterusnya.
maka jaga lisanmu supaya ia tidak menjerumuskanmu ke jurang neraka.
Luqman al-Hakim berkata
kepada putranya :
“Andaikata bicara itu adalah perak, maka diam adalah emas.”
ketahuilah.. apapun yang keluar dari lisan kita kelak akan ada hisab dan pertanggung jawabannya. maka hindarilah berbicara hal-hal yang tidak bermanfaat, karena itu akan membuat kita menyianyiakan waktu kita dari hal hal yang bermanfaat. apalagi jika pembicaraan itu mengandung keburukan.
berikut ini adalah beberapa perkara dari bahayanya lisan yang paling sering dilakukan manusia. maka jagalah lisan kita darinya :
1. Berkata bohong
RASULULLAH SAW bersabda :
"sesungguhnya berdusta adalah salah satu pintu dari pintu-pintu kemunafikan"
2. Ingkar janji
Janji adalah hutang yang harus dibayar. Perbuatan ingkar janji juga merupakan salah satu pintu dari pintu-pintu kemunafikan, dan ALLAH SWT sangat melarangnya.
ALLAH SWT Berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 1
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad (janji) itu"
3. Ghibah (menggunjing orang lain)
Orang yang ghibah maka sama saja ia memakan daging saudaranya yang telah mati. adapun batasan ghibah adalah segala bentuk membicarakan orang lain yang mana apabila pembicaraan tersebut terdengar oleh orang yang dibicarakan akan membuatnya marah atau sakit hati. dan orang yang mendengarkannya maka baginya adalah dosa yang sama dengan orang yang berbicara.
RASULULLAH SAW bersabda :
"Berhati-hatilah kalian dari perbuatan ghibah, karena sesungguhnya ghibah itu lebih berat dari zina. seorang pelaku zina yang bertaubat maka taubatnya diterima oleh ALLAH, sedangkan seorang pelaku ghibah yang bertaubat dosanya tidak akan diampuni oleh ALLAH hingga ia dimaafkan oleh orang yang digunjingnya"
4. Berbantah-bantahan dan saling
mendebat dengan tujuan mencela pendapat orang lain, dan mendustakannya serta menganggap remeh orang yang mengatakannya
5. Memuji diri sendiri
karena memuji diri sendiri dapat menimbulkan sifat sombong dan riya'
6. Mencaci maki orang lain
RASULULLAH SAW tidak pernah berkata buruk apa lagi mencaci maki orang lain. walau itu orang kafir sekalipun. Dalam suatu riwayat dijelaskan :

لَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَاحِشًا وَلاَ لَعَّاناً ولا سباباً

“Nabi saw. bukanlah orang yang biasa mengucapkan kata-kata jorok, bukan pengutuk dan bukan pula tukang cacimaki,” [HR. Muslim dari Anas].
dalam riwayat lain juga dijelaskan. suatu ketika Sahabat Abu Hurairah pernah meminta kepada Nabi agar mendoakan kecelakaan, keburukan atau kesengsaraan bagi orang-orang musyrik. Namun RASULULLAH SAW mengatakan : 

إِنِّي لَمْ أُبْعَثْ لَعَّانًا ، وَإِنَّمَا بُعِثْتُ رَحْمَةً

“Aku tidak diutus Tuhan untuk mengutuk orang. Aku diutus hanya untuk menyebarkan kasih sayang”. (HR. Muslim).
Belakangan ini banyak sekali masyarakat yang dengan mudah mencaci maki orang lain, dan lebih parahnya yang dicaci maki tersebut adalah para alim ulama, habaib, kyai. jika kepada orang kafir saja RASULULLAH melarang untuk mencaci maki, apalagi mencaci alim ulama kyai, lebih-lebih Habaib yang beliau merupakan Dzuriyatun Nabi. 
 Banyak orang yang salah mengartikan demokrasi sebagai bentuk kebebasan dalam berpikir dan berpendapat, sehingga banyak masyarakat yang dengan bebas bicara, menulis dan bertindak semaunya. Apalagi dengan banyaknya media-media sosial yang membuat hampir tak ada sekat dan jarak di muka bumi ini. Semua orang dapat mengungkapkan apa saja di internet, khususnya media sosial. Hal ini bagaikan pisau bermata dua. jika penggunanya mampu menggunakan dengan benar sesuai syariat maka akan mengandung kemanfaatan. namun jika salah maka baginya segala macam bentuk kemudhorotan. dari hal yang berbau pornografi, fitnah, hasutan dan hujatan, semua tak bisa lagi dibendung. orang tidak lagi bisa membedakan mana roti mana kotoran, mana kebenaran dan mana kebathilan, semua dianggap sama. Sehingga banyak orang yang terperdaya oleh nya. tanpa sadar dia telah menyakiti hati orang lain dengan apa yang ditulisnya, dengan apa yang dibicarakannya. 
Di tengah kebenaran yang serba kabur ini, kita perlu kembali berpegang kepada akhlak sang Nabi, yang sebagian tercermin pada akhlak para ulama, yang benar-benar ulama, meski ia jarang tampil di media. Kita perlu mengingat kembali, dengan tujuan apa RASULULLAH diutus ke dunia: menyempurnakan akhlak manusia (liutammima makaarimal akhlak). Jika kita belum bisa jadi orang alim, minimal kita cinta dengan orang alim. Jika kita belum bisa menjadi orang yang shaleh, minimal kita cinta dengan orang shaleh. Jika kita belum mampu menjadi orang berakhlak, minimal kita cinta dengan orang yang berakhlak. Bukan justru menghujatnya, menghinanya, mencacinya, dengan kata-kata kasar yang melukai.
Kita boleh tak sepakat dengan siapapun, kepada tokoh, ulama, Habaib, Namun bukan berarti kita boleh untuk tidak menghormatinya, apalagi mencelanya. Berpendapatlah dengan santun agar tidak dosa dan melukai hati.
jika RASULULLAH SAW saja, manusia yang paling mulia dan tinggi derajatnya saja tidak pernah mau mencaci maki orang lain, maka pantaskah kita yang penuh dosa ini saling mencela dan mencaci? apalagi dicela dan dicaci maki itu adalah seorang alim ulama, kyai, Habaib, yang mana beliau semua adalah pewaris para Nabi yang akan menuntun kita menuju jalan yang ALLAH Ridhoi.

7. Namimah (mengadu domba)
RASULULLAH SAW bersabda :
"tidak akan masuk surga para pengadu domba" (HR. Bukhori)

Dalam riwayat lain RASULULLAH SAW juga bersabda:
“Yang amat dicintai ALLAH SWT ialah yang terbaik akhlaknya, yang dermawan lagi gemar menjamu orang, yang dapat menyesuaikan diri lagi dapat diikuti penyesuaian dirinya itu, sedang yang amat dibenci di sisi ALLAH ialah orang-orang yang suka berjalan dengan berbuat adu domba, yang memecah belah antara saudara-saudara, lagi pula mencari-cari alasan untuk melepaskan diri dari kesalahan-kesalahan”. (H.R. Ahmad)
Batasan Namimah adalah segala sesuatu perbuatan yang membuat 2 pihak yang sebelumnya baik menjadi saling bermusuhan dan saling membenci.

8. Bergurau, mengejek, dan
menghina orang lain.
yang dilarang disini adalah senda gurau yang berlebihan, karena ia dapat menimbulkan banyak tertawa, dan banyak tertawa dapat mematikan hati. apa lagi jika didalamnya terdapat ejekan atau hinaan kepada orang lain.
ALLAH SWT berfirman dalam surat Al Hujurat ayat 11 :
"Wahai orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengejek kaum yang lainnya"

Kedelapan penyakit lisan di atas
dapat disembuhkan dengan cara
bersikap diam dan tidak
berbicara apabila tidak ada
keperluan. Semoga ALLAH memberikan kemudahan pada kita untuk menjaga lisan kita dari hal-hal yang dibenci dan tidak diRidhoi oleh ALLAH SWT.

Selasa, 14 Februari 2017

Do'akan saudaramu saat dia tak mengetahuinya (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)





RASULULLAH SAW bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

Do'a seorang muslim kepada saudaranya,yang tidak diketahui oleh saudaranya adalah dikabulkan. pada kepala orang yang berdo'a tersebut ada malaikat yang di utus oleh ALLAH, setiap dia berdo'a kebaikan untuk saudaranya tersebut, Berkata sang malaikat : "Amiin...dan untuk-mu juga seperti doa-mu"



Islam mengajarkan umatnya agar dapat mengikat hubungan antara saudaranya sesama muslim dalam berbagai keadaan dan di setiap saat. dan salah satunya adalah dengan do'a. Do’a seorang muslim kepada saudaranya karena Allah di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang sangat utama dan do’a yang terijabah (terkabul), dan Orang yang mendo’akan saudaranya tersebut akan mendapatkan do'a yang sama dari malaikat2 Allah, sama seperti apa yang dia do'akan untuk saudaranya. karena saat itu ada malaikat yang di utus oleh ALLAH untuk mengaminkan do’a orang tersebut kepada suadaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya. maka do'akanlah saudara sesama muslim mu tanpa engkau harus mengumbar do'a tersebut kepada orang lain. 
Semoga ALLAH SWT menjadikan kita semua ke dalam golongan mereka yanh mendapat karunia dan keutamaan dari-Nya. Aamiin...

Selasa, 17 Januari 2017

RIYA' Sang Penghancur Ibadah (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)

Syarat paling utama suatu amalan diterima di sisi Allah adalah ikhlas. Tanpanya, amalan seseorang akan sia-sia belaka. Syaitan tidak henti-hentinya memalingkan manusia, menjauhkan mereka dari keikhlasan. Salah satunya adala melalui pintu riya’ yang banyak tidak disadari setiap hamba. Riya masuk kedalam hati manusia dengan sangat halus tanpa disadari. ia bagaikan Semut Hitam yang berjalan diatas batu hitam ditengah kegelapan malam (tidak kelihatan)


lalu apa Riya' itu??? dan apa bahaya dari sifat riya'???
Riya’ adalah seseorang beramal shalih dengan maksud untuk dilihat/dipuji oleh orang lain.

sifat riya' sangatlah berbahaya. salah satunya dia adalah sebagai penghancur ibadah.
Jika seseorang beribadah dengan maksud pamer di hadapan manusia, maka ibadah tersebut batal dan tidak sah. Ada pula jika riya’ yang muncul di tengah-tengah ibadah maka ada dua keadaan. Jika amalan ibadah tersebut berhubungan antara awal dan akhirnya, misalnya ibadah sholat, maka riya’ akan membatalkan ibadah tersebut jika tidak berusaha dihilangkan dan tetap ada dalam ibadah tersebut. Jenis yang kedua adalah amalan yang tidak berhubungan antara bagian awal dan akhir, shodaqoh misalnya. Apabila seseorang bershodaqoh seratus ribu, lima puluh ribu dari yang dia shodaqohkan tercampuri riya’, maka shodaqoh yang tercampuri riya’ tersebut batal, sedangkan yang lain tidak.

sifat riya' mampu hinggap ke hati siapa saja. maka berhati-hatilah. Beribadahlah dengan ikhlas karena ALLAH SWT. Ikhlas memang sangat berat. Fitnah dunia membuat hati ini susah untuk ikhlas. Namun, berat buka berarti tidak bisa bukan?? Cobalah kita renungkan setiap amalan kita, sudahkah terbebas dari maksud duniawi? sudahkah semuanya murni ikhlas karena Allah Ta’ala? Jangan sampai ibadah yang kita lakukan siang dan malam menjadi sia-sia tanpa pahala. Sungguh, ikhlas memang berat. Urusan niat dalam hati bakanlah hal yang mudah. Tidaklah salah jika Sufyan ats Tsauri rahimahullah mengatakan, “ Tidaklah aku berusaha untuk membenahi sesuatu yang lebih berat daripada meluruskan niatku, karena niat itu senantiasa berbolak balik”
Semoga ALLAH membimbing kita menjadi pribadi-pribadi yang ikhlas. 
Wallahua'lam...


Minggu, 15 Januari 2017

Rahasia di Balik ISTIQOMAH (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)

Istiqomah memiliki arti konsisten dalam melakukan kebaikan. Teguh dalam satu pendirian dan tidak akan tergoyahkan oleh berbagai macam rintangan dalam mendapatkan ridho Allah SWT.
Apa keistimewaan dari Istiqomah??
Allah SWT Berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Qs. Fushilat: 30).
Ayat di atas menceritakan bahwa orang yang istiqomah dan teguh di atas tauhid dan ketaatan, maka malaikat pun akan memberi kabar gembira padanya ketika maut menjemput. Janganlah takut pada akhirat yang akan di hadapi dan janganlah bersedih dengan dunia yang di tinggalkan yaitu anak, keluarga, harta dan tanggungan utang. Karena para malaikat nanti yang akan mengurusnya. Begitu pula mereka diberi kabar gembira berupa surga yang dijanjikan. Dia akan mendapat berbagai macam kebaikan dan terlepas dari berbagai macam kejelekan.
Subhanallah betapa indah istiqomah ini. Istiqomah harus dilakukan dengan keikhlasan kepada Allah semata, sebab Allah tidak akan menerima keistiqomahan seseorang dalam beribadah jika dilakukan tanpa ada keikhlasan dalam melaksanakannya. Oleh karena itu, hendaklah seorang mukmin senantiasa istiqomah berada di atas jalan yang lurus dengan mengikhlaskan semuanya kepada Allah dengan memohon pahala dan keridhoan-Nya.
Lalu bagaimana caranya agar kita bisa istiqomah dalam suatu ibadah?? berikut ini beberapa cara untuk melatih diri kita agar bisa istiqomah.
(1) Memahami dan mengamalkan dua kalimat syahadat dengan baik dan benar.
Allah SWT berfirman,
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Qs. Ibrahim: 27)
(2) Mengkaji Al Qur’an dengan menghayati dan merenungkannya. Allah menceritakan bahwa Al Qur’an dapat meneguhkan hati orang-orang beriman dan Al Qur’an adalah petunjuk kepada jalan yang lurus.
(3) Iltizam (konsekuen) dalam menjalankan syari’at Allah. Maksudnya di sini adalah seseorang dituntunkan untuk konsekuen dalam menjalankan syari’at atau dalam beramal dan tidak putus di tengah jalan. Karena konsekuen dalam beramal lebih dicintai oleh Allah daripada amalan yang sesekali saja dilakukan.
(4) Membaca kisah-kisah orang sholih sehingga bisa dijadikan teladan dalam istiqomah.
(5) Memperbanyak do’a pada Allah agar diberi keistiqomahan. Di antara sifat orang beriman adalah selalu memohon dan berdo’a kepada Allah agar diberi keteguhan di atas kebenaran. Dalam Al Qur’an Allah SWT memuji orang-orang yang beriman yang selalu berdo’a kepada-Nya untuk meminta keteguhan iman ketika menghadapi ujian.
(6) Bergaul dengan orang-orang sholih. Allah juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur).” (Qs. At Taubah: 119).
Jika lingkungan atau teman kita adalah baik, maka ketika kita keliru, ada yang selalu menasehati dan menyemangati kepada kebaikan.
“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu”. Aamiin...

Sabtu, 14 Januari 2017

Waktu Adalah Kehidupan (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)


Waktu adalah salah satu nikmat yang agung dari Allâh Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia. Sudah sepantasnya manusia memanfaatkannya secara baik, efektif dan semaksimal mungkin untuk amal shalih.
Allâh Ta’ala telah bersumpah dengan menyebut masa dalam firman-Nya:

وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat-menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran. [al-‘Ashr :1-3].
Di dalam surat yang mulia ini Allâh Subhanahu wa Ta’ala bersumpah dengan masa, dan ini menunjukkan pentingnya masa. Sesungguhnya di dalam masa terdapat keajaiban-keajaiban. Di dalam masa terjadi kesenangan dan kesusahan, sehat dan sakit, kekayaan dan kemiskinan. Jika seseorang menyian-nyiakan umurnya, seratus tahun berbuat sia-sia, bahkan kemaksiatan belaka, kemudian ia bertaubat di akhir hayatnya, dengan taubat yang diterima, maka ia akan mendapatkan kebahagiaan sempurna sebagai balasannya, berada di dalam surga selama-lamanya. Dia betul-betul mengetahui bahwa waktu hidupnya yang paling berharga adalah sedikit masa taubatnya itu. Sesungguhnya masa merupakan anugerah Allâh Ta’ala, tidak ada cela padanya, manusia-lah yang tercela ketika tidak memanfaatkannya.
Sebuah pepatah arab mengatakan:

الوقت هو الحاية
(waktu adalah kehidupan)
Sekali lagi, yaitu 'waktu adalah kehidupan.' Yang dimaksud dengan kehidupan adalah, waktu yang dilalui manusia saat ia dilahirkan hingga ia wafat. Waktu hidup manusia di dunia adalah umurnya, dan umur manusia merupakan rahasia Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kualitas umur seseorang sangat menentukan posisinya di alam kehidupan berikutnya. Jika dari waktunya diperuntukkan hanya karena Allah (lillah) maka kematiannya adalah baik baginya. Namun sebaliknya jika waktu dan umurnya dihabiskan untuk menuruti kesenangan nafsu dan dan ambisi syahwat hewaninya maka kematiannya merupakan petaka besar baginya.

Al-Hasan al-Bashri berkata,
"Wahai Bani Adam (manusia), sesungguhnya anda hanyalah kumpulan hari-hari, maka jika hari telah berlalu berarti telah berlalu sebagian dirimu."
Ibnu Mas`ud Radhiyallahu 'Anhu (salah seorang sahabat besar Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam) berkata:
"Tidak ada yang lebih aku sesali, kecuali bila matahari telah terbenam maka berkuranglah masa ajalku, namun tidak bertambah sedikitpun amalanku."
Berkata Khalifah Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah,
"Sesungguhnya malam dan siang terus bekerja dalam dirimu, maka bekarjalah di dalam siang dan malammu."
Bekerjalah (Beribadahlah) pada siang dan malammu, janganlah menunda pekerjaan siang untuk dikerjakan di malam harinya, dan janganlah menunda pekerjaan malam ke siang harinya. Janganlah pekerjaan hari ini di tunda hingga esok harinya dan
janganlah pekerjaan esok karena malas diakhirkan hingga lusanya. Jangan katakan, "Nanti akan kuamalkan" atau "sebentar lagi akan kukerjakan." Karena setiap manusia akan ditanya pada hari kiamat, mengenai umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang ilmunya sudahkah ia amalkan, dan tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan untuk apa ia belanjakan.
Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa sallam:
"Tidak akan bergeser kedua kaki manusia pada hari Kimat hingga (ia) ditanya ttentang umurnya, untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya, sudahkan ia amalkan ? tentang hartanya, dari mana dia peroleh dan untuk apa ia belanjakan ? tentang jasadnya, untuk apa ia gunakan ? "(HR. At-Tirmidzi)
Maka masihkah kau ingin menyia-nyiakan waktumu??? Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat malas dan mengulur-ngulur waktu

Jumat, 13 Januari 2017

Bahaya Menyakiti Hati Guru (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)


فمن تأذى منه أستاذه يحرم بركة العلم ولا ينتفع بالعلم إلا قليلا.

إن الـمـعلم والطـبيب كـلاهـما! لا ينصحـان إذا هـما لم يكــرما

فاصبر لدائك إن جفوت طبيبه! واقنع بجهلك إن جفوت معلما
Barang siapa melukai hati sang gurunya, berkah ilmunya tertutup dan hanya sedikit kemanfaatannya
.
 
Sungguh, dokter dan guru Tak akan memberi nasehat, bila tak di hormat
 
Terimalah penyakitmu, bila kau acuh doktermu dan terimalah bodohmu, bila kau tantang sang guru

 
terimalah penyakitmu, bila kau acuh doktermu dan terimalah bodohmu, bila kau tantang sang guru

Selasa, 10 Januari 2017

Bagaimana Menumbuhkan Rasa Cinta pada Rasulullah SAW (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)


Tidak dikatakan sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai Rasulullah SAW melebihi apapun di dunia ini termauk harta, istri, anak, dan kedua orang tua kita sekalipun
Ambillah contoh dari para sahabat Nabi, cinta dan mahhabbah kepada Nabi ini benar benar dijalankan oleh para sahabat yang tinggal di zaman Nabi Muhammad SAW dan sesudahnya. mereka mempraktekkan kecintaan yang tulus dan sesungguhnya hingga nyawa, harta dan keluarga pun menjadi taruhannya. ituah bukti dan sebaik baik cinta yang sebenarnya. merek tidak rela Nabi disakiti sedikitpun oleh musuh musuh islam.Kisah kecintaan sahabat kepada Rasulullah saw. banyak diungkapkan dalam sejarah. Salah satunya ditunjukan oleh Umar bin Khatthab. ”Ya Rasulullah, aku mencintaimu lebih dari segalanya, kecuali jiwaku,” kata Umar. Mendengar itu, Rasulullah saw. menjawab, ”Tak seorang pun di antara kalian beriman, sampai aku lebih mereka cintai daripada jiwamu.”
”Demi Dzat yang menurunkan kitab suci Al-Quran kepadamu, aku mencintaimu melebihi kecintaanku kepada jiwaku sendiri,” sahut Umar spontan. Maka Rasulullah saw. pun menukas, ”Wahai Umar, kini kamu telah mendapatkan iman itu” (HR. Bukhari).
Diriwayatkan dari Anas ra., ia berkata: Ketika perang Uhud kaum Muslim berlarian meninggalkan Nabi saw. Abu Thalhah sedang berada di depan Nabi saw., melindungi beliau dengan perisainya. Abu Thalhah adalah seorang pemanah yang sangat cepat lemparannya. Pada saat itu ia mampu menangkis dua atau tiga busur panah. Kemudian ada seorang lelaki yang lewat. Ia membawa setumpuk tombak kemudian berkata, “Aku akan menebarkannya untuk Abi Thalhah”. Kemudian Nabi saw. beralih ke pinggir melihat orang-orang. Maka Abu Thalhah berkata, “Ya Nabiyullah, demi bapak dan ibuku, engkau jangan minggir, nanti panah orang-orang akan mengenaimu. Biarkan aku yang berkorban jangan engkau….” (Mutafaq 'alaih)
Qais berkata: Aku melihat tangan Abu Thalhah menjadi lumpuh, karena dengan tangannya itulah ia telah menjaga Nabi saw. pada saat perang Uhud. (HR. Bukhari)
Lalu apa itu cinta kepada Rasulullah??? dan bagaimana cara menumbuhkannya???? 
Imam Nawawi telah meriwayatkan dalam Syarah Muslim tentang arti cinta kepada Rasulullah saw. dari Abu Sulaiman Al-Khathaby. Dalam syarah itu dikatakan, “…Engkau tidak dikatakan benar-benar mencintaiku hingga dirimu binasa dalam taat kepadaku, dan engkau lebih mementingkan ridhaku daripada hawa nafsumu, meski engkau harus binasa karenanya.”

Cara Menumbuhkan Rasa cinta pada Rasulullah SAW:
1. Selalu ingat bahwa Rasulullah SAW adalah orang yang sangat mencintai kita, bahkan melebihi orang tua kita sendiri. Beliau mengeluarkan kita dari zaman kegelapan menuju cahaya (terang bernderang), yang menyampaikan agama serta kebaikan kepada kita, dan memperingatkan kita dari kemungkaran. Kalau bukan karena rahmat Allah SWT yang telah mengutus beliau Rasulullah SAW, tentu kita sudah hidup tenggelam dalam kesesatan.

2. Merenungi perjalanan hidup Rasulullah SAW, jihad, kesabarannya, serta yang Rasulullah SAW korbankan demi tegaknya agama ini, dan dalam menyebarkan tauhid demi kita ummatnya
3. Merenungi keagungan akhlak Rasulullah SAW, sifat, dan sikapnya yang sangat sempurna. Beliau rendah hati kepada kaum Mukminin dan sangat keras terhadap orang-orang yang munafik dan musyrik. Beliau juga pemberani, dermawan, dan penyayang. Sebagaimana firman Allah SWT ;
{“ Sungguh sudah terdapat pada (diri) Rasulullah SAW itu suri teladan yang sangat baik bagi mu“} (QS. Al-Ahzab ; 21)

4. Dengan mengetahui kedudukan beliau di sisi Allah SWT. Beliau merupakan orang yang paling mulia di antara segenap umat manusia, beliau adalah penutup para Nabi, yang sangat diistimewakan pada hari kiamat kelak, yang memberikan syafa’at, yang memiliki kedudukan terpuji, orang yang pertama kalo membuka pintu surga, dan berbagai keutamaan Rasulullah SAW lainnya.
Itulah seputar cara menumbuhkan cinta kita kepada Rasulullah SAW, mudah-mudahan dengan cara ini kita bisa lebih mencintai Rasulullah, mengamalkan sunnah-sunnah beliau..

Senin, 09 Januari 2017

Tahan lapar dunia untuk kenyang di Akhirat (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)


Nabi Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala membanggakan kepada malaikat, akan orang yang sedikit makannya dan minumnya di dunia. Allah Ta’ala berfirman: “Lihatlah kepada hamba-Ku! Aku mencobanya dengan makanan dan minuman di dunia, lalu ia sabar dan ia tinggalkan makan dan minum itu. Lihatlah wahai malaikat-Ku! Tiap makanan yang ditinggalkannya, akan Aku ganti dengan beberapa tingkat surga”. (HR Ibnu ‘Uda)

Dalam riwayat lain juga dijelaskan:
“Sesungguhnya orang yang lapar di dunia, adalah orang yang kenyang di akhirat. Orang yang paling dimarahi oleh Allah, ialah orang yang paling banyak makan, yang penuh perutnya. Seorang hamba yang meninggalkan makanan yang disukainya, maka berhaklah baginya satu tingkat di surga”. (HR Ath-Thabrani )
Begitulah yang diajarkan RASULULLAH SAW. Banyak Hadist yang meriwayatkan bahwa beliau sering dalam keadaan lapar. bahkan terkadang beliau tidak makan selama 3 hari.


عن أبي هريرة رضي الله تعالى عنه قال : ما شبع ال محمّد صلّى الله عليه وسلّم من طعام ثلاثة أيّام تباعا حتّى قبض.


Dari abu huroiroh رضي الله عنه berkata :
Tidak pernah kenyang dari makanan keluarga Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم tiga hari berturut-turut sampai akhir hayatnya.

وعن مسروق رحمه الله تعالى قال : دخلت على عائشة رضي الله تعالى عنها، فدعت لي بطعام، وقالت : ما أشبع من طعام فأشاء أن أبكي إلّا بكيت.

Dari masruq رحمه الله تعالى berkata :
Aku datang kepada sayyidah aisyah رضي الله تعالى عنها, maka beliau menghidangkan makanan untukku, dan berkata : aku tidak pernah kenyang dari makanan maka aku hendak menangis kecuali aku menangis.

قال : قلت: لم؟
قالت : أذكر الحال الّتي فارق عليها رسول الله صلّى الله عليه وسلّم الدّنيا، والله ما شبع من خبز ولا لحم مرّتين في يوم.


Berkata masruq : aku bertanya kepadanya kenapa? Sayyidah aisyah menjawab : aku ingat keadaan ketika Rosulullah صلى الله عليه وسلم meninggalkan dunia, demi Allah Rosulullah tidak pernah kenyang dari satu roti dan juga daging dua kali dalam sehari
وسائل الوصول الى شمائل الرسول
Kitab wasailul wushul ila syamailir rosul

Selasa, 03 Januari 2017

Obat Hati (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)

Keadaan hati sangat berperan pada diri seseorang. kalau ia bersih maka akan terlihat apa-apa yang ada di dalamnya. namun jika ia kotor maka ia akan menjadi buta sehingga tidak terlihat sesuatu apapun di hadapannya. Imam Al Ghozali beliau berkata : "Hati ibarat cermin, jika ia cemerlang maka apa yang ada dihadapannya akan terpantul olehnya, namun jika ia tak pernah dibersihkan maka ia akan menjadi kotor dan tidak akan mampu terlihat darinya apa2 yang ada di hadapannya. Hati yang kotor adalah hati yang berpenyakit. seorang yang sedang sakit pasti membutuhkan pengobatan, begitu juga dengan hati yang sakit , ia juga butuh pengobatan dan perwatan. Lalu bagaimana cara mengobati hati yang sakit????
Al Habib Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf beliau menjelaskan cara mengobati hati yang sakit :
1. Taubat
Hendaklah seorang manusia senantiasa bertaubat kepada ALLAH SWT disetiap hembusan nafasnya, karena hakikat manusia menjadi tempat segala kekurangan, kesalahan, dan kelalaian. Namun jika manusia sering bartaubay kepada ALLAH nisacaya ALLAH akan menjaga dan melindunginya. Bahkan ketika ia berniat melakukan dosa, maka akan ada sesuatu yang menghalanginya dari berbuat dosa tersebut, karena ia telah dijaga oleh ALLAH SWT.
2. meniadakan alam semesta dari hatinya (tidak cinta dunia)
Salah satu penyebab hati menjadi sesat adalah rasa cinta dunia yang berlebih.
ALLAH SWT Berfirman :
Surat Ali 'Imran Ayat 14

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ۗ ذَٰلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
3. Menjaga hati
Banyak orang lalai kepada ALLAH, terlalu yakin dengan kelebihannya sehingga timbul rasa sombong dalam hatinya.
contoh: ketika orang pandai ditanya dari mana hartanya maka ia menjawab : "Harta ini aku peroleh karena kepintaranku"
dia lupa bahwa semua itu ALLAH yang mengaturnya, bukan karena kepintarannya. seorang penyair arab beliau mengatakan
"seandainya rizqi hanya mengalir pada orang yang pandai saja pasti binatang akan binasa lantaran mereka bodoh"
bukankah binatang juga diberi rizqi oleh ALLAH??
Sesunggugnya tugas manusia meniti jalan yang disediakan oleh ALLAH. barang siapa yang menempuh jalan yang benar maka ia akan dekat dan berada dalam penjagaan ALLAH. Rugilah seseorang yang membiarkan umurnya sia-sia begitu saja tanpa ia merasakan kenikmatan yang dirasakan oleh orang-orang sholeh.
semoga ALLAH memberikan kenikmatan orang-orang sholeh dalam berdzikir dan beribadah kepada ALLAH sehingga tidak condong hati kita hanya pada dunia.

Jumat, 23 Desember 2016

Bolehkah Mengucapkan " SELAMAT NATAL " (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)

Tidak lama lagi, akan terdengar, akan terpampang tulisan yang dibaca “Merry Christmas”, atau yang artinya Selamat Hari Natal. Dan biasanya, momen ini disandingkan dengan ucapan Selamat Tahun Baru.
Sebagian orang menganggap ucapan semacam itu tidaklah bermasalah, apalagi yang berpendapat demikian adalah mereka orang-orang kafir. Namun hal ini menjadi masalah yang besar, ketika seorang muslim mengucapakan ucapan selamat terhadap perayaan orang-orang kafir. toleransi beragama dijunjung tinggi oleh syari’at, asal di dalamnya tidak terdapat penyelisihan syari’at. toleransi agama dapat ditunjukkan dengan tidak mengganggu mereka yang merayakannya. 

Alasan Terlarangnya Ucapan Selamat Natal.



1- Bukanlah perayaan kaum muslimin
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan bahwa perayaan bagi kaum muslimin hanya ada 2, yaitu hari ‘Idul fitri dan hari ‘Idul Adha.

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata : “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata : Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya kurban (‘Idul Adha) dan hari raya ‘Idul Fitri” (HR. Ahmad, shahih).
2- Menyetujui kekufuran orang-orang yang merayakan natal
Ketika mengucapkan selamat atas sesuatu, pada hakekatnya kita memberikan suatu ucapan penghargaan, dan kita turut bergembira atas perayaan tersebut. Begitu juga dengan seorang yang muslim mengucapkan selamat natal kepada seorang nashrani. Seakan-akan orang yang mengucapkannya, menyematkan kalimat setuju akan kekufuran mereka. Karena mereka menganggap bahwa hari natal adalah hari kelahiran tuhan mereka

3. Menyerupai orang kafir
Tidak samar lagi, bahwa sebagian kaum muslimin turut berpartisipasi dalam perayaan natal. Lihat saja ketika di pasar-pasar, di jalan-jalan, dan pusat perbelanjaan. Sebagian dari kaum muslimin ada yang berpakaian dengan pakaian khas perayaan natal. Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang kaum muslimin untuk menyerupai kaum kafir.

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Semoga ALLAH SWT memberikan pemahaman pada kita.

Rabu, 14 Desember 2016

BAHAYA LISAN ( Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)


Banyak orang merasa bangga dengan kemampuan lisannya (lidah) yang begitu fasih berbicara. Bahkan tak sedikit orang yang belajar khusus agar memiliki kemampuan bicara yang bagus. Lisan memang karunia Allah yang demikian besar. Dan ia harus selalu disyukuri dengan sebenar-benarnya. Caranya adalah dengan menggunakan lisan untuk bicara yang baik atau diam. Bukan dengan mengumbar pembicaraan semau sendiri.


Orang yang banyak bicara bila tidak diimbangi dengan ilmu agama yang baik, akan banyak terjerumus ke dalam kesalahan. Karena itu ALLAH dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita lebihbanyak diam. Atau kalaupun harus berbicara maka dengan 
pembicaraan yang baik. ALLAH SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada ALLAH dan katakanlah perkataan yang benar.” (Al-Ahzab: 70)

sesungguhnya lisan diciptakan untukmu untuk berdzikir kepada ALLAH SWT, untuk membaca AL-QUR'AN, untuk memberikan petunjuk pada manusia lain jalan yang benar dan diridhoi ALLAH, dan untuk menjelaskan apa yang didalam hatimu, hajat dunia dan akhiratmu. maka jika kau pergunakan untuk selain itu sungguh engkau telah mengingkari nikmat ALLAH SWT. 
lisan merupakan salah satu anggota tubuhmu yang menguasaimu (susah dikendalikan). lisan itu kecil wujudnya namun besar dosanya. an, hingga ALLAH dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya.
Dua orang yang berteman penuh keakraban bisa dipisahkan dengan lisan. Seorang bapak dan anak yang saling menyayangi dan menghormati pun bisa dipisahkan karena lisan. Suami istri yang saling mencintai dan saling menyayangi bisa dipisahkan dengan cepat karena lisan. Bahkan darah seorang muslim dan mukmin yang suci serta bertauhid dapat tertumpah karena lisan. Sungguh betapa besar bahaya lisan. demikian berbahayanya lisan, hingga ALLAH dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya.
banyak orang yang mengucapkan 1 kata yang buruk yang ringan menurutnya namun itu menjadi penyebab ia dijerumuskan kedalam Neraka.
RASULULLAH SAW bersabda:
“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat yang dibenci oleh ALLAH yang dia tidak merenungi (akibatnya), maka dia terjatuh dalam neraka Jahannam.” (HR. Bukhori)

Namun tidaklah sedikit pula orang yang mengucapkan 1 kalimat yang baik yang ringan menurutnya namun itu menjadi penyebab ia dimasukkan kedalam Syurga ALLAH SWT. 
RASULULLAH SAW bersabda:
“Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari )

Semoga kita diberi kemampuan oleh ALLAH untuk melaksanakan perintah-Nya dan perintah Rasul-Nya dan diberi kemampuan untuk mensyukuri nikmat-nikmatNYA dan juga menjaga Lisan kita dari apa-apa yang tidak diridhoi ALLAH SWT.

Senin, 12 Desember 2016

Lahirnya sang Penyelamat "NABI MUHAMMAD SAW" (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)

Nabi Muhammad saw dilahirkan di Makkah, kira-kira 200 M dari Masjidil Haram, pada senin menjelang terbitnya fajar 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah bertepatan dengan 20 April 571 M. Dinamakan tahun Gajah karena pada waktu itu bala tentara Abrahah dari Yaman menyerang Ka’bah dengan maksud akan meruntuhkannya. Mereka datang dengan mengendarai Gajah. Namun penyerangan itu gagal total karena Allah mengirim burung Ababil yang menjatuhkan batu-batu dari neraka kepada mereka. Seperti yg diceritakan Allah swt pada surat Al Fiil.
SILSILAH KETURUNAN RASULULLAH SAW
#1 Silsilah Nasab Nabi Muhammad dari Sisi Ayah
Nabi Muhammad putra Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Qushoyyi bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nazhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Maad bin Adnan.

#2 Silsilah Nasab Nabi Muhammad dari Sisi Ibu
Nabi Muhammad putra Aminah binti Wahab bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Inilah silsilah Nabi Muhammad Saw yang wajib diketahui oleh setiap orang mukallaf, yaitu sampai ke Adnan.

banyak kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi mulai saat RASULULLAH SAW berada dalam kandungan hingga beliau dilahirka. antara lain : 
1. saat RASULULLAH SAW berada di dalam kandungan bundanya, Aminah, beliau tidak merasa susah sebagaimana dialami oleh ibu-ibu yang hamil. Kehamilannya disadari melalui berita dari malaikat yang datang kepadanya ketika beliau sedang tidur. Malaikat mengatakan bahawa beliau telah mengandung seorang Nabi dan Penghulu seluruh umat manusia. Selain itu kehamilannya ditandai dengan haidnya terputus dan berpindahnya cahaya daripada wajah ABDULLAH ke wajahnya.

2. ketika Nur Muhammad masuk ke dalam rahim Aminah, Allah memerintahkan malaikat supaya membukakan pintu syurga Firdaus dan memberitahu semua penghuni langit dan bumi. Tanah-tanah disekitaran kawasan tersebut yang kering menjadi subur, pohon-pohon kayu rimbun dan berbuah lebat. Begitu juga hewan-hewan di darat dan di laut sibuk membincangkannya.
3. peperangan Pasukan gajah yang disebut di dalam al-Quran surah al-Fil, datang menyerang kota Mekah. ketika mereka hampir sampai ke tempat tersebut, gajah-gajah itu berhenti dan berundur dengan izin Allah. Namun demikian, sekumpulan burung Ababil datang menyerang dan menghancurkan mereka sebagaimana yang disebut di dalam al-Qur'an
4. Ibunda AMINAH turut mengalami mimpi yang menakjubkan. Beliau menadah tangan ke langit dan melihat sendiri malaikat turun dari langit. Ia diumpamakan kapas putih yang terapung di angkasa. Kemudian malaikat tersebut berdiri di hadapannya. Ia berkata "Khabar bahagia untuk saudara, wahai ibu daripada seorang nabi. Puteramu akan menjadi penolong dan pembebas manusia. Namakan dia Ahmad."
5. Semasa kelahiran Nabi MUHAMMAD SAW ibunda AMINAH ditemani ASIAH (Istri firaun yang beriman dan MARYAM. Dalam hal ini ia merupakan satu isyarat bahawa Nabi Muhammad lebih tinggi derajatnya daripada Nabi ISA AS dan MUSA AS. Keadaan ini diterangkan dalam kitab Taurat dan Injil bahawa akan datang seorang nabi pada akhir zaman. Semasa baginda dilahirkan, bundanya menyaksikan nur atau cahaya keluar dari tubuh badan baginda. Cahaya tersebut menyinari sehingga ke Istana Busra di Syria. Ia dilihat seolah-olah seperti anak panah bagaikan pelangi sehingga dari jauh kota-kota tersebut dapat dilihat. Ada juga yang berpendapat bahawa cahaya itu datang dan menerangi seluruh dunia. Ini dapat dijelaskan oleh sumber-sumber Arab yang paling awal yang menyatakan bahawa suatu cahaya terpancar dari rahim Aminah apabila baginda dilahirkan. Aminah sendiri melihat baginda dalam keadaan terbaring dengan kedua tangannya mengangkat ke langit seperti seorang yang sedang berdoa. Kemudian bundanya melihat awan turun menyelimuti dirinya sehingga beliau mendengar sebuah seruan "Pimpinlah dia mengelilingi bumi Timur dan Barat, supaya mereka tahu dan dialah yang akan menghapuskan segala perkara syirik". Selepas itu awan tersebut lenyap daripada pandangan IBUNDA AMINAH
6. Dikatakan juga pada malam kelahiran baginda, berhala-berhala yang terdapat di dalam Ka'bah mengalami kerusakan dan kemusnahan.
Menurut riwayat daripada Abdul Mutalib, "Ketika aku sedang berada di Ka'bah, tiba-tiba berhala jatuh dari tempatnya dan sujud kepada Allah. Lalu aku mendengar suara dari dinding Kaabah berkata, "telah lahir nabi pilihan yang akan membinasakan orang kafir dan mensucikanku daripada berhala- berhala ini dan akan memerintahkan penyembahan Yang Maha Mengetahui."

7. matinya api di negara Parsi yang tidak pernah padam hampir selama seribu tahun saat itu padam dengan sendirinya. Api tersebut merupakan api sembahan orang-orang.
selain itu banyak masih banyak lagi kejadian-kejadian luar biasa yang terjadi saat RASULULLAH SAW dilahirkan.
Semoga sedikit dari banyak peristiwa ini dapat menjadikan bahan perenungan bagi kira sehingga bertambah rasa cinta kita pada RASULULLAH SAW. 
Dikatakan oleh habib Ali Al Habsyi (Pengarang maulid Al-Habsyi/maulid Simtudduror)
"Wajib bagi setiap muslim bergembira atas kelahiran RASULULLAH SAW"

Perbanyaklah Sholawat dibulan Kelahiran RASULULLAH SA

Minggu, 11 Desember 2016

Malam hari waktu yang tepat untuk mengistirahatkan tubuh (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)

Malam hari menjadi waktu yang tepat untuk mengistirahatkan tubuh usai seharian beraktivitas. Paginya diharapkan stamina kembali normal setelah tidur semalaman. Namun tidak jarang diantara kita banyak yang tiba-tiba terbangun pada malam hari.
Beberapa diantaranya ada yang bangkit dan melaksanakan sholat Tahajud. Namun ada pula yang memilih kembali melanjutkan tidur. 
Bangunnya seseorang dari tidurnya mampu menjadi ladang amal jika seseorang tersebut mengetahuinya. caranya adalah dengan membaca dzikir kepada ALLAH SWT.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari, dari Ubadah bin Shamit, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda yang artinya:
“Siapa terbangun di waktu malam lalu membaca
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اَلْحَمْدُلِلّهِ وسُبحَانَ الله وَلَاإِلهَ إِلَّا اللّه واَللّهُ اَكْبَرُ وَلَاحَوْلَ وَلاَ قُوَّة اِلاَّبِاللّهِ
kemudian ia berdoa “Ya Allah, Ampuni Aku” atau berdoa pasti dikabulkan doanya. Jika ia berwudhu dan shalat, pasti diterima shalatnya.” (HR. Al-Bukhari).

sangat disayangkan bila waktu kita dihabiskan sia-sia. Bagi seorang muslim, waktu adalah investasi yang paling berharga. Dan waktu, tidak akan pernah bisa kembali. Jangan sampai saat kita sudah di depan pengadilan Allah, baru kita menyesali kehidupan kita di dunia, seperti digambarkan Allah dalam QS. Al Fajr :

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ ۚ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّىٰ لَهُ الذِّكْرَىٰ 
يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي 

“Dan pada hari itu diperlihatkan neraka Jahannam; dan pada hari itu ingatlah manusia, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya. Dia (manusia) mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. (QS. Al Fajr : 23-24).
Itulah sebabnya agama kita memerintahkan kita untuk meninggalkan perbuatan sia-sia. Bahkan, seorang yang menjaga agamanya, ia akan berusaha untuk sesedikit mungkin melakukan hal-hal yang mubah, sekalipun boleh, untuk dapat memperbanyak melakukan yang wajib dan sunnah.
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya:
“Di antara (tanda) kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat baginya“. (HR At-Tirmidzi)

semoga waktu dan umur yang singkat ini tidak kita sia-siakan. Sehingga kita bisa menuai pahala pada saat kita mendapat kenikmatan dunia dengan mengucapkan kalimat indah (Dzikir) sebagai penyelamat akhirat kita.

Sabtu, 10 Desember 2016

Ziarah Kubur Mengobati Hati (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)

Berkata Al Habib Abdullah Bin Muhsin Al Atthos :
“Berziarahlah kamu kepada orang-orang sholeh! Karena orang-orang sholeh adalah obat hati”

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda 
“Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah-kubur. Namun sekarang ketahuilah, hendaknya kalian berziarah kubur. Karena ia dapat melembutkan hati, membuat air mata berlinang, dan mengingatkan kalian akan akhirat namun jangan kalian mengatakan perkataan yang tidak layak (qaulul hujr), ketika berziarah” (HR Al Hakim)

Tidak ada obat yang paling bermanfaat bagi hati yang kelam selain berziarah kubur. Dengan berziarah kubur, lalu mengingat kematian, akan menghalangi seseorang dari maksiat, melembutkan hatinya yang kelam, mengusir kesenangan terhadap dunia, membuat musibah yang kita alami terasa ringan. Ziarah kubur juga dapat mencegahl hitamnya hati dan mengubur sebab-sebab datangnya dosa.l
Manfaat lain Ziarah Kubur
1. Mengingat Kematian, Menata Kehidupan
2. Mendapatkan Pahala di sisi Allah
Sudah sangat terang bahwa segala sesuatu yang dilakukan Nabi, yang berkaitan dengan amal perbuatan beliau pasti adalah ibadah yang bernilai pahala.

Pahala amalan ziarah, pahala menjalankan sunnah, pahala dari mendoakan mayyit, pahala dari birrul walidain, pahala dari setiap kalimat thoyyibah yang kita ucapkan dalam kubur.
3. Kebaikan Bagi Sang Mayyit
dalam banyak riwayat shahih dijelaskan bahwa doa dari kita akan meringankan kesusahan dan membahagiakan mayyit di alam barzah.

4. Birrul Walidain dan Menyambung Nasab
Ziarah kubur bagi masyarakat tentu dilakukan kepada keluarga dan kerabat dekat, selain juga kepada ulama besar. Paling utama adalah ziarah kubur kepada kedua orang tua yang telah meninggal, ini sebagai bentuk birrul walidain apabila kita belum sempat berbakti kepada orang tua semasa hidup

6. Mengenang dan Meniru Kebaikan dari Penghuni Kubur
Dengan berziarah Kubur kita bisa mengenang kebaikan dari mayyit semasa hidupnya dan meneruskan kebaikannya pada perilaku kita. Biasanya ahlul kubur yang patut dikenang dan diteladani adalah para wali, ulama istiqomah, dan juga para pejuang muslim.

7. Tumbuh Rasa Takut (Khauf) Kepada Allah
Dengan ziarah kubur, akan semakin menanam rasa takut kita kepada kekuasaan Allah SWT. Bahwa Allah lah yang menghidupkan dan mematikan, bahwa hanya Allah lah yang tahu kapan ajal kita akan tiba untuk menyusul ahlul kubur.

Jumat, 09 Desember 2016

"RASULULLAH SAW mengajarkan untuk bersyukur" (Habib Idrus Bin Muhammad Alaydrus)


RASULULLAH SAW selalu menerima apapun yang ALLAH SWT berikan. Beliau tidak pernah meminta yang tidak ada. Padahal jika beliau berdo'a dan meminta makanan dari surga sekalipun maka ALLAH SWT akan langsung mengabulkannya. Namun RASULULLAH SAW tidak pernah meminta. Beliau selalu menerima apa yang telah diberikan oleh ALLAH SWT. Dan jika tidak ada makanan sedikitpun beliau akan berpuasa.

.
Dalam suatu riwayat dikisahkan:
Suatu hari RASULULLAH SAW pulang kerumah salah satu istri beliau SAYYIDAH MAIMUNAH dan bertanya : 
"Wahai istriku apa ada sedikit makanan dirumah ini?" dan istri beliau menjawab "wahai RASULULLAH, apa engkau lupa kalau kita sudah tidak makan selama 3 hari ini ?" maka RASULULLAH SAW menjawab "kalau begitu aku akan berpuasa".
.
Masya Allah, semoga Akhlak beliau dapat kita contoh di kehidupan sehari-hari kita.
Aamiin.